Semarang – Tidak pernah menargetkan menjadi yang terbaik, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang, Naufal Fadlullah Amjad justru berhasil meraih penghargaan Skripsi Terbaik Prodi KPI dalam Pelepasan Wisudawan FDK, Jumat (21/8/2026).
Penghargaan tersebut diraih melalui skripsi berjudul “Model Komunikasi Partisipatif BAZNAS Kabupaten Ciamis dalam Membangun Kepercayaan Publik melalui Program Ciamis Sejahtera.”Penelitian ini berangkat dari ketertarikannya terhadap komunikasi partisipatif sebagai salah satu pendekatan untuk membangun kepercayaan publik.
Naufal memilih BAZNAS Kabupaten Ciamis karena lembaga tersebut berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui program filantropi. BAZNAS Ciamis juga dinilainya memiliki praktik yang dapat menjadi rujukan bagi BAZNAS di sejumlah daerah.
Dalam proses penelitian, Naufal melibatkan 12 narasumber. Ketelitian dalam mengolah data menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapinya. Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dan mendorong penerapan komunikasi partisipatif di berbagai instansi publik.
“Menurut saya, komunikasi partisipatif efektif untuk membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.
Di balik pencapaiannya, perjalanan Naufal selama kuliah juga diwarnai tantangan. Pada awal masa perkuliahan, ia harus menghadapi kehilangan dua neneknya ketika pertama kali merantau. Kondisi tersebut sempat membuatnya berat meninggalkan keluarga, namun dukungan orang-orang terdekat membuatnya kembali bangkit.
Selain fokus pada akademik, Naufal aktif mengikuti organisasi. Baginya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar sekaligus melatih kemampuan mengatur waktu.
“Yang penting percaya diri, konsisten, bisa menentukan skala prioritas, dan setiap semester terus upgrade skill,” tuturnya.
Naufal menyebut doa dan dukungan keluarga sebagai kekuatan utama dalam menyelesaikan studinya. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya, Enung Nurhayati dan Ahmad Jalil Mulyadi, serta kakaknya, Nida Nurunnisa.
“Terima kasih atas dukungan yang tidak pernah berhenti dan doa di setiap salat dan dzikir. Itu semua menjadi faktor keberhasilan anakmu ini,” ucapnya.
Setelah lulus, Naufal berencana bekerja terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ia berharap pengalaman selama kuliah menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di dunia setelah kampus.
Bagi Naufal, salah satu hal paling berkesan selama menjadi mahasiswa adalah bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah dan latar belakang. Pengalaman tersebut mengajarkannya untuk berbaur dan menghargai perbedaan.
Pencapaian Naufal menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu lahir dari ambisi untuk menjadi yang terbaik. Konsistensi, kemauan untuk terus belajar, kemampuan menentukan prioritas, serta dukungan keluarga dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang mahasiswa meraih prestasi.