Semarang – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang melaksanakan pelepasan dan pembekalan calon wisudawan Sarjana (S1) ke-101 dan Magister (S2) ke-42. Kegiatan tersebut diikuti oleh 220 calon wisudawan dari berbagai program studi di lingkungan FDK UIN Walisongo.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FDK UIN Walisongo, Dr. Nasihun Amin, M.Ag., bersama jajaran pimpinan fakultas. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik FDK UIN Walisongo, Ibnu Fikri, Ph.D., menyampaikan laporan akademik perkembangan lulusan FDK.

Ibnu Fikri menyampaikan bahwa hingga saat ini FDK UIN Walisongo telah meluluskan sebanyak 7.950 mahasiswa. Pada periode wisuda Agustus ini, sebanyak 220 calon wisudawan akan mengikuti prosesi wisuda yang terdiri atas 62 calon wisudawan Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), 49 calon wisudawan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 44 calon wisudawan Manajemen Dakwah (MD), 20 calon wisudawan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), dan 41 calon wisudawan Manajemen Haji dan Umrah (MHU), serta wisudawan Program Magister KPI.

“Secara akademik, capaian para wisudawan pada periode ini cukup baik. IPK tertinggi mencapai 3,92, terendah 3,32, dengan rata-rata IPK wisudawan sebesar 3,71,” jelasnya.

Sejumlah wisudawan juga berhasil meraih predikat terbaik pada masing-masing program studi. Wisudawan terbaik BPI diraih Nurina Zain dengan IPK 3,92. Program Studi KPI diraih Rima Maratus Sholihah dengan IPK 3,91. Wisudawan terbaik Manajemen Dakwah diraih Shoima Sari Dewi dengan IPK 3,90, PMI diraih Dhini Wahyuningtyas dengan IPK 3,90, MHU diraih Zainatun Khoiriyah dengan IPK 3,85, sedangkan Program Magister KPI diraih Riza Khoirotun Khasanah dengan IPK 3,86.

Dalam kesempatan tersebut, Rima Maratus Solihah sebagai perwakilan calon wisudawan terbaik KPI menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan akademik para wisudawan.

Menurut Rima, wisuda bukan semata-mata pencapaian pribadi. Di balik toga yang dikenakan terdapat dukungan, doa, pengorbanan, dan perjuangan banyak pihak.

“Ketika kita memakai toga, jangan melihatnya hanya sebagai pencapaian pribadi. Ada banyak hal yang mendukung kita sampai pada titik ini. Mari kita tinggalkan kampus ini dengan rasa syukur dan rendah hati, penuh tanggung jawab. Semoga ilmu yang kita dapatkan menjadi bekal dan memberikan kebermanfaatan,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan FDK UIN Walisongo, Dr. Nasihun Amin, M.Ag., menekankan bahwa selesainya proses akademik secara formal bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk memasuki kehidupan dan pengabdian yang lebih luas.

“Ada yang menyelesaikan dalam tiga setengah tahun, ada yang empat tahun. Semua adalah dinamika dalam proses. Yang cepat menunjukkan manajemen waktu yang baik, sementara yang lebih lama juga memiliki proses pematangan masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita berproses dengan baik,” jelasnya.

Dekan juga membuka peluang bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan. UIN Walisongo, menurutnya, memberikan kesempatan yang terbuka bagi alumni untuk melanjutkan studi, termasuk melalui berbagai program beasiswa.

Nasihun berharap para lulusan FDK UIN Walisongo mampu menjaga nama baik almamater, mengembangkan ilmu yang telah diperoleh, serta hadir sebagai pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat.

“Jadilah orang yang bermanfaat. Buktikan bahwa kalian layak mendapatkan capaian yang telah diraih dan teruslah membawa nama baik UIN Walisongo di mana pun berada,” pungkasnya.