Semarang – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Walisongo Semarang secara resmi menghadirkan Media Literacy Center (MLC) pada Jumat (21/8/2026) di Semarang. Kehadiran MLC merupakan langkah strategis dalam mendorong penguatan etika dan sikap kritis masyarakat dalam bermedia di tengah derasnya arus informasi digital.
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas ekosistem media digital yang tidak hanya menuntut kemampuan akses informasi, tetapi juga kecakapan dalam memahami, menyaring, serta memproduksi pesan secara bertanggung jawab. Melalui MLC, Prodi KPI berkomitmen membangun literasi media berbasis nilai akademik, spiritual, dan sosial guna membentuk masyarakat yang bijak, kritis, dan beretika dalam berkomunikasi.
Ketua Program Studi KPI FDK UIN Walisongo, Silvia Riskha Fabriar, M.S.I., menegaskan bahwa pembentukan MLC merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman.
“Melalui Media Literacy Center ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi juga mampu bersikap kritis, reflektif, serta menjunjung tinggi etika dalam berkomunikasi di ruang digital,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MLC, Fitri, M.Sos., menyampaikan bahwa MLC dirancang sebagai ruang kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen, baik akademisi, mahasiswa, stakeholder, maupun masyarakat umum.
“MLC akan menjadi wadah kolaborasi yang terbuka dan inklusif. Kami berkomitmen menghadirkan program-program yang edukatif, aplikatif, dan berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas literasi media masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bentuk implementasi awal, MLC akan menjalankan berbagai program unggulan, antara lain seminar dan workshop literasi media, safari literasi ke komunitas, pengembangan community media lab, serta program kolaborasi lintas sektor. Program-program ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat luas.
Selain itu, MLC juga diarahkan sebagai pusat riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada isu-isu strategis seperti hoaks, disinformasi, etika digital, serta komunikasi publik berbasis nilai keislaman. Dengan pendekatan interdisipliner, MLC diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus solusi praktis terhadap tantangan komunikasi di era digital.
Melalui kehadiran Media Literacy Center ini, Prodi KPI FDK UIN Walisongo menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Ke depan, MLC diharapkan menjadi pusat rujukan literasi media yang unggul dan berdaya saing di tingkat lokal, nasional, hingga global.
Dengan demikian, MLC diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam membangun ekosistem media yang sehat, kritis, dan beretika.