Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental terus menjadi perhatian di kalangan mahasiswa. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa UIN Walisongo Semarang menggelar rangkaian kampanye “Living Your Feelings”yang diawali dengan kegiatan menempelkan sticky notes pada mading yang berada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo Semarang selama satu minggu sebelum acara sosialisasi berlangsung.

Melalui sticky notes tersebut, mahasiswa diajak untuk menuliskan berbagai perasaan, pengalaman, harapan, maupun pesan positif yang berkaitan dengan kesehatan mental. Kegiatan ini menjadi wadah sederhana bagi mahasiswa untuk mengekspresikan emosi serta menyadari bahwa setiap perasaan yang dirasakan merupakan bagian penting dari kehidupan yang perlu diterima dan dikelola dengan baik.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026, melalui acara sosialisasi bertajuk “Bertukar Cerita, Berbagi Cerita”yang bertempat di Taman Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang. Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa umum UIN Walisongo dari berbagai fakultas yang antusias mengikuti diskusi dan sesi berbagi pengalaman terkait kesehatan mental.

Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan terbuka sehingga peserta dapat menyampaikan pengalaman, keresahan, maupun pandangan mereka mengenai kesehatan mental tanpa rasa takut untuk dihakimi. Melalui pendekatan ini, panitia berharap dapat membangun lingkungan kampus yang lebih peduli, suportif, dan ramah terhadap isu kesehatan mental.

Pembawa acara Rifqi NurJamil, menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian yang sama seperti kesehatan fisik.

“Kesehatan mental adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Ketika kesehatan mental terjaga, seseorang akan lebih mampu menghadapi tekanan, menjalin hubungan sosial yang baik, serta mengembangkan potensi dirinya secara optimal,” ujar Rifqi.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan positif dari salah satu peserta yang hadir, Mba Khusnul yang menegaskan bahwa kesadaran terhadap kesehatan mental perlu terus ditingkatkan di lingkungan kampus.

“Kesehatan mental itu penting karena sangat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki ruang yang aman untuk berbagi dan saling mendukung,” ungkapnya.

Melalui kegiatan “Living Your Feelings”, panitia berharap mahasiswa semakin berani mengenali, menerima, dan mengekspresikan perasaan mereka secara sehat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling mendengar, memahami, dan mendukung satu sama lain di lingkungan kampus.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan mental, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap perasaan layak untuk didengar dan setiap individu berhak mendapatkan dukungan. Sebab, menjaga kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan penuh empati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *