Semarang – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang melepas dan memberikan pembekalan kepada 109 calon wisudawan dalam kegiatan Pelepasan dan Pembekalan Wisuda yang berlangsung di Hotel Grand Arkenzo Semarang, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi para calon wisudawan untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Acara dibuka oleh Dekan FDK UIN Walisongo, Dr. H. Nasihun Amin, M.Ag., didampingi jajaran pimpinan fakultas. Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FDK UIN Walisongo, Ibnu Fikri, Ph.D., menyampaikan bahwa hingga saat ini FDK telah meluluskan sebanyak 8.059 mahasiswa. Pada periode wisuda kali ini, fakultas melepas 109 calon wisudawan dari lima program studi.

Jumlah tersebut terdiri atas 27 lulusan Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), 43 lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 25 lulusan Manajemen Dakwah (MD), dua lulusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), serta 12 lulusan Manajemen Haji dan Umrah (MHU).

Capaian akademik para calon wisudawan juga menunjukkan hasil yang membanggakan. IPK tertinggi mencapai 3,93, sementara rata-rata IPK lulusan sebesar 3,71. Penentuan wisudawan terbaik tidak hanya mempertimbangkan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga ketepatan waktu penyelesaian studi dan pemenuhan standar Tri Etika Kampus.

Adapun wisudawan terbaik tingkat program studi diraih oleh Teguh Waluyo dari BPI ; Anifatuz Zahrotus Sa’diyah dari KPI ; Liza Ferlita Yusmiati dari Manajemen Dakwah; Faizul Firoti dari PMI; serta Anggistya Cahya Kusuma dari MHU.

Mewakili para calon wisudawan, Teguh Waluyo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perjalanan akademik yang telah dilalui bersama. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan hendaknya tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

“terima kasih kepada semua dosen yang sudah membimbing kami selama berkuliah di FDK UIN Walisongo. rang tua itu ada tiga,” ujarnya. “Pertama, orang tua biologis, orang tua yang melahirkan. Ibu dan bapak yang melahirkan kita. Orang tua dari pasangan hidup (suami atau istri) yang telah merestui dan menyerahkan anaknya untuk mendampingi perjalanan hidup kita. Pendidik atau guru yang mengajarkan kita ilmu pengetahuan, membimbing akhlak, serta mengenalkan kita kepada jalan kebaikan dan kedekatan kepada Allah SWT (bahkan meski hanya mengajarkan satu huruf),” ungkapnya

Dalam arahannya, Dekan FDK UIN Walisongo, Dr. H. Nasihun Amin, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan. Menurutnya, gelar dan ijazah merupakan penanda berakhirnya proses akademik secara formal, tetapi bukan akhir dari perjalanan belajar dan pengembangan diri.

Ia menegaskan bahwa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi, mahasiswa telah memperoleh bekal hard skill melalui proses pembelajaran di ruang kelas. Namun, terdapat keterampilan lain yang tidak selalu diperoleh secara langsung melalui perkuliahan, yakni soft skill.

“Jangan hanya berhenti pada apa yang telah didapatkan selama berada di ruang kelas. Teruslah mengembangkan keterampilan, terutama soft skill, dan jadilah manusia pembelajar,” pesannya.

Salah satu keterampilan yang perlu terus diasah adalah kemampuan komunikasi. Menurutnya, kemampuan tersebut penting untuk menunjang kiprah lulusan di tengah masyarakat dan dunia kerja. Para lulusan diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, membangun relasi, serta memberikan kontribusi positif sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Dekan juga mendorong para calon wisudawan untuk belajar dari pengalaman dan sosok inspiratif, salah satunya Heru Wibowo selaku Ketua Ikatan Alumni Fakultas Dakwah (IKASDA) yang memiliki pengalaman dan jejaring usaha di berbagai bidang. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan dan kapasitas diri menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju keberhasilan.

Semangat menjadi pembelajar sepanjang hayat juga menjadi pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut. Pendidikan selama empat tahun di perguruan tinggi bukanlah batas akhir untuk menuntut ilmu. Prinsip longlife education dan pesan uthlubul ‘ilma min al-mahdi ila al-lahdi menjadi pengingat bahwa proses belajar berlangsung sepanjang kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut,Heru Wibowo selaku Ketua IKASDA turut mengingatkan bahwa kesuksesan tidak semata-mata diukur melalui pencapaian material maupun profesional. Hubungan dengan Allah Swt. dan orang tua juga menjadi bagian penting yang harus senantiasa dijaga. Kebahagiaan, menurut pesan yang disampaikan, hendaknya menjadi landasan dalam menjalani kehidupan, bukan sekadar sesuatu yang baru dicari setelah mencapai kesuksesan.

Melalui kegiatan pelepasan dan pembekalan ini, FDK UIN Walisongo berharap para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, integritas, dan spiritualitas yang kuat. Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu beradaptasi, terus belajar, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di mana pun mereka berkarya