Bali — Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Rabu, 15 April 2026 di Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KKL yang berlangsung pada 13–17 April 2026.

Setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, pada hari ini mahasiswa mengikuti sesi pembelajaran bersama tim Suryani Institute Mental Health yang diselenggarakan di Kantor DPRD Provinsi Bali.

Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Ulin Nihaya, M.Pd.I. sebagai perwakilan dari BPI UIN Walisongo Semarang. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama antara institusi pendidikan dan praktisi layanan kesehatan mental.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh pembelajaran langsung dari jajaran Suryani Institute, di antaranya Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ(K) selaku Direktur dan founder, Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ(K), MARS sebagai Sekretaris, Gusti Ayu Suci Oka Tesnawati, S.E sebagai Bendahara, serta Anak Agung Ngurah Wisnu Wardana, S.Kom sebagai Koordinator, bersama para residen psikiatri dan relawan.

Dalam sambutannya, Prof. Cokorda Bagus Jaya Lesmana menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam memahami manusia, yang mencakup aspek mental, fisik, dan spiritual. Pendekatan ini menuntut kepekaan dalam melihat kondisi individu secara menyeluruh, sehingga komunikasi terapeutik dapat berjalan secara efektif.

Suryani Institute mengembangkan model layanan kesehatan mental yang terintegrasi dan berbasis komunitas. Pendekatan ini tidak hanya bertumpu pada layanan rumah sakit, tetapi juga dilakukan secara langsung di lingkungan masyarakat. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa akar permasalahan kesehatan mental seringkali berasal dari keluarga dan komunitas, sehingga penanganannya perlu dilakukan di lingkungan tersebut.

Melalui sistem door to door, pendekatan komunikasi terapeutik dilakukan dengan melibatkan keluarga, perangkat desa, serta relawan yang berkoordinasi dengan tenaga ahli. Penanganan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek mental, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fisik dan spiritual individu.

Kegiatan pembelajaran ditutup dengan sesi meditasi yang dipandu langsung oleh Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ(K), sebagai bentuk praktik pendekatan spiritual dalam kesehatan mental.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan dalam komunikasi terapeutik berbasis komunitas yang mengintegrasikan aspek keilmuan dan kearifan lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *