Semarang, 19 September 2026 — Tim Walisongo PRC dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2023 UIN Walisongo Semarang meraih Juara 1 tingkat nasional dalam Communication Scenario Competition pada ajang Communication Festival (Commfest) 2026 yang diselenggarakan oleh HMPS Ilmu Komunikasi Soegijapranata Catholic University. Pengumuman pemenang berlangsung pada 18 September 2026 di Soegijapranata Catholic University.


Walisongo PRC yang terdiri atas Ahmad Abiyyah Izdihar sebagai ketua tim, Berliana Ramadhani, dan Galih Putri Milan Nesty berhasil menjadi salah satu dari lima tim yang lolos ke tahap final. Kelima finalis berasal dari sejumlah perguruan tinggi, yaitu Tim PRubahan dari Universitas Diponegoro, Tim Comsce Bersama dari Universitas Gadjah Mada, Tim In Temcy We Trust dari Universitas Diponegoro, Tim Edamame dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, serta Walisongo PRC dari UIN Walisongo Semarang.

Communication Scenario Competition mengangkat tema “Freedom of Speech and Expression in Human Rights Action”. Rangkaian kompetisi berlangsung sejak Maret hingga September 2026, mulai dari tahap pendaftaran, technical meeting, pengumpulan karya esai, seleksi lima finalis, pengumpulan proposal dan presentasi, hingga tahap final pada 18 September 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Walisongo PRC mengusung kampanye komunikasi “Ruang Peduli — Ciptakan Ruang Aman, Mulai dari Peduli” yang berfokus pada upaya preventif terhadap kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Kampanye ini dirancang untuk menyasar siswa SMA/sederajat di Kota Semarang dengan pendekatan partisipatif melalui tiga nilai utama, yaitu PEKA (Peka), DUKUNG (Dukung), dan LINDUNGI (Lindungi).

Gagasan tersebut berangkat dari persoalan kekerasan seksual yang masih terjadi di lingkungan pendidikan. Data SIMFONI PPA tahun 2025 mencatat korban kekerasan seksual pada jenjang SLTA mencapai 11.016 orang, lebih tinggi dibandingkan jenjang SD sebanyak 7.805 korban dan SLTP sebanyak 8.449 korban. Pada 2026, persoalan tersebut masih ditemukan. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat 55 kasus kekerasan di satuan pendidikan selama Januari–Juni 2026, dengan 78 persen di antaranya merupakan kekerasan seksual dan total 275 korban.

Data tersebut menjadi salah satu dasar Walisongo PRC dalam merancang kampanye yang tidak hanya menekankan pengetahuan mengenai kekerasan seksual, tetapi juga mendorong siswa agar mampu mengenali situasi, memberikan respons yang tepat, serta mengetahui akses bantuan. Melalui pendekatan partisipatif, Ruang Peduli menempatkan siswa sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman.
Salah satu gagasan utama dalam kampanye ini adalah 100 Agen Peduli, yang dirancang untuk melibatkan 20 sekolah dengan masing-masing lima siswa SMA/sederajat di Kota Semarang. Program tersebut dirancang sebagai wadah edukasi dan partisipasi siswa dalam membangun kepedulian terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Rancangan kampanye juga mencakup PEDULI Card, yaitu kartu yang dirancang untuk memudahkan akses siswa terhadap informasi dan bantuan melalui hotline, formulir kebutuhan bantuan, modul edukasi, serta media sosial Ruang Peduli. Selain itu, terdapat Peduli Voice sebagai ruang bagi siswa untuk menyampaikan suara dan berpartisipasi dalam kampanye, serta Peduli Space sebagai ruang aktivasi dan penyebaran pesan kampanye kepada masyarakat.

Seluruh program tersebut merupakan rancangan kampanye yang dikembangkan dalam rangka kompetisi, bukan program yang telah dilaksanakan. Meski demikian, tim turut merancang aspek keberlanjutan melalui pemberian materi secara berkala, evaluasi setiap tiga bulan, pemeliharaan koneksi dengan peserta, serta dorongan agar konsep kampanye dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Bagi tim, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang berlangsung di tengah berbagai agenda perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga menjadi bukti dari proses, kerja keras, dan kekompakan tim. Terima kasih kepada Liana dan Milan selaku teman-teman tim serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan kami. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan membawa nama baik Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Walisongo Semarang,” ujar Ahmad Abiyyah Izdihar, ketua tim Walisongo PRC.

Kemenangan tersebut menjadi langkah awal bagi Walisongo PRC untuk terus mengembangkan gagasan Ruang Peduli di luar ruang kompetisi. Melalui kampanye ini, tim berupaya menawarkan pendekatan komunikasi yang mendorong keterlibatan siswa dalam mengenali, mencegah, dan merespons persoalan kekerasan seksual sekaligus membangun ruang pendidikan yang lebih aman melalui kepedulian dan partisipasi.