Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang menjalin kerja sama dengan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa), Bangil, Pasuruan, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang FDK UIN Walisongo dan dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus mendorong pengembangan akademik, khususnya Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU). Kunjungan delegasi UII Dalwa juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan dan pengembangan program studi.

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UII Dalwa, Dr. Abdul Kadir, M.Ag., hadir bersama Ketua Program Studi MHU, M. Rofiudin, M.M., serta staf, Zainal Abidin, S.H. Dalam sambutannya, Dr. Abdul Kadir menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menimba pengalaman dari FDK UIN Walisongo.

“Kami datang ke sini dalam rangka menyambung pesan Rasulullah SAW, yaitu silaturahmi. Kami berharap silaturahmi ini membawa keberkahan bagi kami, khususnya bagi program studi MHU yang masih baru, dan bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada FDK UIN Walisongo atas sambutan yang diberikan. Menurutnya, pengalaman UIN Walisongo dalam mengembangkan Program Studi MHU menjadi bekal penting bagi UII Dalwa untuk mendorong kemajuan program studi tersebut. Ia juga menyampaikan salam dari Rektor UII Dalwa, Prof. Dr. Asegaf Baharun.

Sementara itu, Dr. Nasihun Amin, M.Ag., menyambut baik kunjungan dan kerja sama tersebut. Ia menyampaikan bahwa UIN Walisongo memiliki pengalaman dalam pengembangan Program Studi MHU yang dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi perguruan tinggi lain.

“Selamat datang kepada seluruh rombongan UII Dalwa di kampus kami. Kami menyambut gembira kunjungan ini, terlebih dari institusi pesantren besar yang juga memiliki perguruan tinggi luar biasa. Semoga pertemuan ini memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Program Studi MHU UIN Walisongo berada di bawah naungan FDK. Program studi ini berawal dari konsentrasi pada 2011 dan kemudian berdiri secara mandiri pada 2016. Seiring perkembangannya, MHU UIN Walisongo menunjukkan peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan.

Pada 2026, jumlah mahasiswa baru MHU mencapai sekitar 430 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 160 mahasiswa. Menurutnya, pertumbuhan tersebut merupakan capaian positif sekaligus tantangan bagi pengelola program studi untuk terus menghadirkan kreativitas dan inovasi dalam menjaga kualitas pendidikan.

“Peningkatan jumlah mahasiswa merupakan anugerah sekaligus tantangan. Dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam mengelola program studi agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” jelasnya.

Selain pengembangan akademik, Dr. Nasihun Amin juga menyampaikan pengalaman UIN Walisongo dalam penyelenggaraan program Serbimhaj yang telah dilaksanakan sebanyak 25 kali dengan melibatkan 103 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Penandatanganan MoU antara FDK UIN Walisongo dan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UII Dalwa diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antarlembaga. Melalui kerja sama ini, kedua fakultas diharapkan dapat saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring akademik, dan mengembangkan Program Studi MHU agar semakin berkualitas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam bidang penyelenggaraan haji dan umrah.

Kerja sama tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat pengembangan keilmuan, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.