Semarang, 16 September 2026 – Fakultas Dakwah dan Komunikasi melalui Laboratorium Dakwah menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel ilmiah nasional yang diadakah di ruang 2.5 – 2.6 Pusat Pengembangan Bahasa UIN Walisongo Semarang.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, khususnya mahasiswa FDK dalam menulis artikel ilmiah yang memenuhi standar penulisan untul jurnal nasional.

Acara dibuka oleh Dekan FDK, Dr. Nasihun Amin, M.Ag, yang dalam sambutannya menyampaikan, jika kegiatan ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mahasiswa agar dapat mengekspresikan segala sesuatu yang mungkin masih terpendam dalam pemikiran kita, yang bisa ditungkan dalam tulisan ilmiah.

“Kegiatan ini menjadi ruang mahasiswa FDK dalam belajar terkait penulisan artikel jurnal ilmiah, dan sekaligus menjadi wadah mahasiswa untuk mempersiapkan kelulusan dengan mengerjakan tugas akhir berupa tulisan ilmiah” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan, sebagai seseorang yang berkecimpung dalam dunia akademik, salah satu karakteristik yang tidak bisa ditinggalkan adalah menulis ilmiah, dan melalui pelatihan ini, menjadi upaya kita agar dapat ter-rekognisi dengan publik melalui tulisan-tulisan yang kita buat.

“Terkadang, orang itu mengenal kita secara pribadi, sebagai individu. Melainkan, orang itu dapat mengenal kita atau kita mengenal orang lain melalui karya-karya yang kita buat, dan pemikiran yang mereka tinggalkan,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia berharap peserta dapat mengambil banyak ilmu dan pengalaman dari narasumber pada pelatihan ini.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman luas dalam penulisan dan publikasi ilmiah, sekaligus merupakan dosen komunikasi, serta seorang editor in chief Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komuniasi Universitas Diponegoro (UNDIP), yakni Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, M.Si.

Dalam sesi pemaparannya, ia menyampaikan, jika menulis ilmiah harus menyiapkan 4 hal, yakni:

1.⁠ ⁠Menemukan isu, topik, tren, dan percakapan akademik.
2.⁠ ⁠Membedakan topik, masalah, kesenjangan (gap), literatur review, dan novelty.
3.⁠ ⁠Membuat outline artikel.
4.⁠ ⁠Dan, mencari rumah jurnal yang sesuai dengan scope.

Selain itu, dalam penulisan ilmiah, ia mengingatkan mahasiswa untuk mengontrol dan membatasi penggunaan Artificial Intellegence (AI), dan mengarahkan mahasiswa untuk mengenali jurnal yang ingin dituju.

“AI boleh membantu proses kita dalam menulis, tetapi tidak boleh mengambil alih integritas penulis. Pun, dengan memahami scope dan mencari tau tentang jurnal yang nantinya akan kita gunakan untuk submit karya tulis ilmiah atau yang lebih dikenal dengan Open Jurnal System (OJS),” terangnya.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber oleh ketua Laboratorium Dakwah, Farida Rachmawati, M.Sos. Ia berharap dengan pelatihan ini, mahasiswa FDK dapat mengambil banyak ilmu dan pengalaman dari narasumber pada pelatihan ini, serta lebih produktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal nasional.

Penulis: Hanifah Shabrina