Pekalongan – Tim peneliti Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Walisongo Semarang, mempresentasikan hasil penelitian tentang strategi komunikasi fakultas dalam menarik minat Generasi Z melalui media sosial Instagram pada The 3rd International Conference on Religion, Culture and Spirituality for Muslim Society (ICRCS) 2026, Rabu (4/11/2026), di Hotel Dafam Pekalongan. Konferensi internasional ini mengusung tema utama “Spiritual Da’wah as the Basis for Ecotheology in Digital Era”.
Penelitian berjudul “Strategi Komunikasi FDK UIN Walisongo Semarang dalam Menarik Minat Gen Z melalui Media Sosial Instagram” tersebut dipresentasikan oleh Miftachul Fatah. Penelitian ini merupakan karya tim yang terdiri atas Fitri, M.Sos., Alifa Nur Fitri, M.I.Kom., Miftachul Fatah, dan Ahmad Abiyyah Izdihar. Pemaparan makalah tersebut sekaligus menjadi bentuk diseminasi hasil penelitian dengan judul yang sama.
Penelitian ini dilatarbelakangi semakin ketatnya persaingan antarperguruan tinggi dalam menarik calon mahasiswa. Di sisi lain, Generasi Z merupakan kelompok yang dekat dengan media sosial sehingga membutuhkan strategi komunikasi yang efektif dan sesuai dengan karakteristik audiens digital. Dalam konteks tersebut, Instagram dimanfaatkan FDK UIN Walisongo sebagai media promosi, penyampaian informasi akademik, sekaligus penguatan branding institusi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi FDK melalui Instagram dilakukan dengan mengembangkan pesan yang informatif, edukatif, mengikuti tren digital, serta didukung visualisasi dan caption yang menarik. Pesan informatif disampaikan melalui konten jalur seleksi, jadwal penerimaan mahasiswa baru, pengenalan fakultas, dan program studi. Sementara itu, konten edukatif memperkenalkan bidang keilmuan, kompetensi, aktivitas mahasiswa, hingga pengalaman alumni.
Dari sisi pengelolaan media, penelitian ini menggunakan model PESO (Paid, Earned, Shared, dan Owned Media). Keempat pendekatan tersebut diterapkan melalui iklan Instagram, publikasi prestasi dan aktivitas fakultas, interaksi serta distribusi konten oleh pengguna, dan pengelolaan akun resmi @fdkuinwalisongo sebagai pusat informasi dan identitas digital fakultas.
Fitri, M.Sos., selaku ketua penelitian, menyampaikan bahwa pemanfaatan media sosial bagi perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan mengunggah informasi penerimaan mahasiswa baru. Diperlukan strategi komunikasi yang mampu memahami karakteristik generasi muda sekaligus membangun kedekatan dengan calon mahasiswa.
“Instagram bukan sekadar media untuk menyampaikan informasi promosi, tetapi juga menjadi ruang bagi fakultas untuk membangun identitas, memperkenalkan keunggulan program studi, dan menghadirkan pengalaman kehidupan kampus kepada Generasi Z. Karena itu, strategi konten perlu dirancang secara informatif, edukatif, sekaligus relevan dengan tren digital,” ungkap Fitri.
Lebih lanjut, Fitri menjelaskan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan strategi komunikasi digital FDK, khususnya dalam memperkuat promosi penerimaan mahasiswa baru serta membangun citra positif fakultas di tengah persaingan perguruan tinggi.
Melalui diseminasi penelitian ini, tim peneliti menegaskan pentingnya pengelolaan komunikasi digital yang terencana dan berorientasi pada karakteristik audiens. Pemanfaatan Instagram secara strategis diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan informasi, tetapi juga meningkatkan ketertarikan calon mahasiswa untuk mengenal lebih jauh FDK UIN Walisongo Semarang.