Pekalongan – Dosen dan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Walisongo Semarang, mempresentasikan hasil penelitian tentang kampanye lingkungan berbasis nilai-nilai Islam dalam The 3rd International Conference on Religion, Culture and Spirituality for Muslim Society (ICRCS) 2026, Rabu (4/11/2026), di Hotel Dafam Pekalongan. Konferensi internasional ini mengusung tema utama “Spiritual Da’wah as the Basis for Ecotheology in Digital Era”.

Paper berjudul “Communicating Islamic Environmental Values through Student-Led Public Relations Campaigns: The WPRC Experience” tersebut ditulis oleh Alifa Nur Fitri, M.I.Kom., Berliana Ramadhani, dan Ahmad Abiyyah Izdihar. Dalam konferensi tersebut, paper dipresentasikan oleh Ahmad Abiyyah Izdihar dengan mengangkat pengalaman Walisongo Public Relations Community (WPRC) dalam mengomunikasikan nilai-nilai lingkungan Islam melalui tiga program kampanye mahasiswa, yakni Gentara, BIMBI, dan Mangroots.
“Penelitian ini mengintegrasikan tiga konsep utama ekoteologi Islam, yaitu Khalifah, Amanah, dan Mizan ke dalam praktik kampanye Public Relations. Konsep Khalifah menekankan tanggung jawab manusia sebagai pemelihara bumi, Amanah memandang alam sebagai titipan yang harus dijaga, sedangkan Mizan mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkap Alifa.
Melalui studi kasus pada WPRC UIN Walisongo Semarang, penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye Public Relations dapat menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk menghubungkan kompetensi komunikasi dengan aksi sosial dan kepedulian ekologis.
Program Gentara berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan pesisir melalui kegiatan bersih pantai dan penanaman vegetasi cemara laut di Pantai Maron pada 9 November 2025. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 relawan dan menghasilkan 7.599 tayangan konten publikasi.
Program BIMBI mengangkat edukasi pengelolaan sampah melalui pemilahan sampah, edukasi lingkungan kepada siswa SDN 03 Purwoyoso, pemanfaatan maggot, serta daur ulang tutup botol. Program ini menjangkau 67 siswa dan memperoleh 62.926 tayangan di Instagram.
Sementara itu, Mangroots berfokus pada pemulihan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove di Pantai Muara Kencana, forum diskusi lingkungan Green Shore Dialogue, serta kolaborasi dengan Telkomsel melalui program Jaga Bumi. Program ini menetapkan target penanaman 300 bibit mangrove dengan melibatkan berbagai pihak.
Dalam presentasinya, Ahmad Abiyyah Izdihar menyampaikan bahwa ketiga program tersebut menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam dapat dikomunikasikan melalui kegiatan lingkungan yang partisipatif.