Fakdakom Walisongo

UKM KORDAIS FDK Adakan Lomba Festival Rebana Klasik Se-Jawa Raya

Semarang – Islam merupakan agama yang sangat luas, baik dengan dakwahnya maupun lainnya. Sehingga berbagai cara yang dilakukan dalam berdakwah salah satunya yaitu dengan melalui media rebana. Rebana merupakan salah satu seni tradisional yang ada di Indonesia yang bernafaskan keislaman. Rebana juga mengandung nilai-nilai religius, etika dan norma ajaran yang dapat mengatasi krisis moral bangsa Indonesia. Saat ini banyak sekali para kyai, habib, ustadz ketika berdakwah menggunakan media rebana sehingga dari berbagai kalangan dapat menerima dakwah menggunakan media rebana dikarenakan antara ajaran islam dengan musik atau yang biasa disebut syair.

Dalam semarak miladiyah Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Da’i Islam (UKM KORDAIS) yang ke-37 mengadakan serangkaian lomba festival rebana klasik se-jawa raya guna membuka bagi para kalangan untuk melakukan syiar sekaligus berlomba. Festival yang digelas pada hari kami (29/9) kemaren. Acara ini diikuti 25 grup dari berbagai daerah seperti halnya rembang, temanggung dan lain sebagainya. “Kegiatan Festival Rebana ini merupakan kegiatan festival rebana yang ke 2, kegiatan tahun kemarin juga guna untuk serangkaian miladiyah UKM Kordais, untuk tahun ini juga sama untuk memeriahkan acara miladiyah UKM Kordais yang ke 37 dengan tingkat se Jawa Raya jadi banyak peserta peserta yang mendaftarkan juga bukan hanya asal dari kota semarang , jawa tengah saja namun se Jawa raya. Nah itu antusias dari peserta juga bisa dibilang mantap semarak sekali”. Kata Umar Fahmi selaku ketua umum UKM Kordais.

Ketika lomba rebana berlangsung, penonton pun tak kalau seru dengan festival-festival musik lainnya. Namun bedanya mereka bersorak sambil mengikuti alunan sholawat yang dibawakan oleh peserta lomba. Ada salah satu kelompok yang mendapatkan applause dari penonton sehingga menambahkan kemeriahan saat lomba berlangsung. Tak dipungkiri juga ada dari peserta lomba yang saat lomba berlangsung tidak mendapatkan applause dari penonton. Lomba festival rebana klasik se-jawa raya terdapat 3 dewan juri yaitu, mbak mila, mas matin dan cak husni yang memang sudah ahli dalam lomba rebana. Penilaian dalam festival rebana klasik se-jawa raya ini meliputi 3 unsur yaitu vokal, alat dan adab.

Dan harapan untuk acara ini kordais jangan lupa pada jingglenya yang sering di ucapkan yaitu ”istiqomah Penuh Berkah” dari keistiqomahan semoga mendapatkan keberkahan bukan hanya ke dirinya tapi sampai ke keluarganya amiin. Dan juga tetap tunggu saja untuk kegiatan puncak miladiyah yaitu Pengajian Akbar yang akan dilaksanakan bulan November, jangan lupa dan catat jadwalnya jika sudah release jadwalnya, dan juga ramaikan ajak keluarga, sahabat, teman , dll”. Lanjutnya

Dalam perlombaan yang berlangsung dari pagi hingga malam tersebut, akhirnya diperoleh 6 besar yang menjadi juara yaitu juara I Robbifanfa’na, juara II Irsyadul Galby, juara III Kamdul Amin, juara harapan I Syifaul Qulub, juara harapan II Al Asyaroban, juara harapan III Nida Al Dzikri dan terdapat juga best jinggle dari setiap peserta, yang berhasil menjuarai best jinggle yaitu dari El Falah Amtsilati dari Jepara.

Tinggalkan Komentar