Semarang – Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Gugus Kendali Mutu (GKM) Program Studi pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Sidang Gebyok. Rapat dipimpin oleh Ketua GPM, Dr. Siti Solikhati, sebagai forum monitoring dan evaluasi pelaksanaan perkuliahan sekaligus persiapan menghadapi kegiatan expose di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026.

Dalam arahannya, Dr. Siti Solikhati menyampaikan bahwa seluruh dokumen dan laporan yang diperlukan untuk kegiatan expose telah dipersiapkan. Ia juga mengharapkan partisipasi aktif seluruh perwakilan GKM Program Studi agar turut hadir mendampingi tim GPM Fakultas dalam agenda tersebut.

“Kami berharap pada tanggal 15 Juli nanti seluruh perwakilan GKM dari setiap program studi dapat ikut mendampingi ke LPM. Dengan demikian, proses pemaparan data dan pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat program studi dapat disampaikan secara lebih komprehensif,” ujarnya.

Selain membahas persiapan expose, rapat juga menjadi wadah penyampaian aspirasi, masukan, dan evaluasi dari masing-masing program studi. Salah satu masukan disampaikan oleh Chyndy, perwakilan GKM Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), yang menyoroti adanya perbedaan mekanisme penjaminan mutu setiap kali terjadi pergantian kepengurusan GPM. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menghadirkan sistem penjaminan mutu yang lebih efektif, konsisten, dan mudah diimplementasikan oleh program studi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua GPM, Ariana, menjelaskan bahwa mekanisme penjaminan mutu memang mengalami sejumlah penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya. Pada sistem terdahulu, proses monitoring, termasuk Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM), dilakukan secara manual dengan kunjungan ke setiap kelas. Laporan kemudian disampaikan langsung ke tingkat universitas tanpa melalui forum expose di tingkat fakultas, sehingga hasil evaluasi umumnya hanya diketahui oleh Ketua Jurusan.

Sementara itu, pada mekanisme yang diterapkan saat ini, penjaminan mutu dirancang dengan pendekatan yang lebih kolaboratif. GPM di tingkat fakultas diisi oleh dosen-dosen senior yang berperan dalam koordinasi dan penguatan kebijakan, sedangkan GKM di tingkat program studi dipercayakan kepada dosen-dosen muda sebagai bagian dari proses regenerasi sekaligus akselerasi pelaksanaan penjaminan mutu di tingkat program studi.

Menutup rapat, Dr. Siti Solikhati menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan saran yang diberikan oleh seluruh perwakilan GKM. Menurutnya, seluruh evaluasi yang disampaikan akan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu di Fakultas.

“Terima kasih atas seluruh masukan yang telah disampaikan oleh tim GKM program studi. Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar sistem penjaminan mutu yang kita jalankan semakin baik, efektif, dan memberikan kemudahan bagi seluruh pihak,” pungkasnya.