Sempat Sakit, Firda Berhasil Raih Skripsi Terbaik

  • by

Semarang – Firda Adelia, mahasiswa jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), berhasil mendapatkan penghargaan skripsi terbaik pada periode wisuda ke–82 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Di balik itu, awalnya Firda mengaku sedih dan kecewa tidak bisa diwisuda bersama teman-teman terdekat. Ia sendiri baru diwisuda pada periode ke-82 lantaran sempat terindikasi covid-19 dan harus menunggu masa pemulihan.

“Sebenarnya bisa ikut wisuda ke–81 bareng teman-teman, berhubung habis sidang saya kena Covid jadi harus nunggu pemulihan dulu.” ujarnya, Rabu (17/11).

Skripsi dengan 103 halaman yang berjudul “Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Program Dance4life di Pilar PKBI Jawa Tengah dan Relevansinya dengan Dakwah pada Remaja” ini tak pernah ia sangka akan menjadi skripsi terbaik.

“Kaget dan tidak pernah menyangka sih bisa dapat skripsi terbaik, padahal IPK saya aja hanya 3,52.” ungkapnya saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Ia sedikit menceritakan alasan meneleti topik tersebut. Selain karena linier dengan program studi yang ia tekuni, juga pendidikan kesehatan reproduksi kepada para remaja yang dikemas ke dalam program dance4life ini unik. Melalui skripsinya, Firda ingin memberitahu pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi kepada para remaja khususnya. 

Bagi Firda, pencapaian skripsi terbaiknya itu tidak terlepas dari peran Ema Hidayanti selaku dosen pembimbingnya yang luar biasa. Ia pun sangat berterima kasih kepada dosen pembimbingnya itu.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bu Ema, Ketua Prodi BPI yang kebetulan jadi pembimbing saya selama skripsi. Di samping menjadi kaprodi, beliau juga mengajar dan menjadi dosen pembimbing (dosbing). Kendati demikian, beliau luar biasa sabar dalam membimbing kami.”

Dalam kesehariannya, mahasiswa asal Semarang itu tak hanya kuliah, tetapi juga bekerja menjadi guru les privat. Selain itu, ia pun turut aktif di berbagai organisasi kampus. Salah satunya, menjadi relawan di Pusat Informasi dan Layanan Remaja (PILAR) PKBI Jawa Tengah.

Terakhir, Firda memberikan beberapa tips manajemen waktu yang diterapkannya selama ini.

“Pertama kita harus prioritaskan mana yang penting dan kurang penting, kedua atur jadwal rutinitas, ketiga produktif di sela-sela waktu senggang, keempat percaya dan yakin terhadap diri sendiri, dan yang tidak kalah pentingnya sebisa mungkin aku sih selalu self reward,” pungkasnya. Penulis            : Nastaufika Firdausy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *