Semarang – Kamis 18 November 2021 kemarin, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang kedatangan tamu dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Kunjungan UIN Palembang ke UIN Semarang tersebut selain dalam rangka silaturahmi juga bermaksud untuk melaksanakan FGD (Focus Group Discussion) mengenai Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis MBKM. Sebagaimana diketahui bahwa MBKM atau Merdeka Belajar – Kampus Merdeka merupakan program Kemendikbudristek yang diluncurkan oleh Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2020 lalu. Program ini dikeluarkan untuk menyiapkan lulusan pendidikan tinggi yang tangguh dalam menghadapi perubahan baik perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan teknologi yang semakin cepat di era Revolusi Industri 4.0. Hal ini seperti yang tertuang dalam aturan program MBKM Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Pasal 18. Oleh karena itu, setiap pendidikan tinggi perlu mempersiapkan segala sesuatunya, seperti yang tengah dilakukan oleh UIN Walisongo Semarang dan UIN Raden Fatah Palembang. Pertemuan antara FDK UIN Walisongo dan FDK UIN Raden Fatah di awali dengan sambutan pimpinan dari kedua belah pihak, yakni dekan FDK UIN Walisongo, Dr. H. Ilyas Supena, M.Ag. dan dekan FDK UIN Raden Fatah, Dr. Ahmad Syarifudin Anam, S.H.I., M.A. Dalam sambutannya, setiap dekan menyampaikan profil fakultasnya masing-masing yang kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan para wakil dekan, para pimpinan prodi, kabag, kasubag, dan para staf ahli. Diskusi mengenai Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis MBKM, dimulai dengan pemaparan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Drs. H. M. Mudhofi, M.Ag. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan berbagai hal mengenai perangkat yang sudah dipersiapkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang dalam menghadapi MBKM. “Panduan penyelenggaraan MBKM Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo sudah kami susun. Penyusunan dimulai dengan perumusan kurikulum baru 2020 berbasis MBKM, kemudian menyiapkan daftar mata kuliah yang bisa diambil mahasiswa baik di luar prodi tetapi masih di UIN Walisongo, prodi yang sama di luar UIN Walisongo, prodi yang berbeda di luar UIN Walisongo, atau belajar di luar PT (non-PT). Selain itu, kami juga sudah melakukan MoU dan PKS dengan beberapa PTKIN sebagai bentuk kerja sama dalam penyelenggaraan MBKM ini. Langkah selanjutnya tinggal tahap pengintegrasian saja dengan sistem informasi layanan terpusat dari PTIPD sehingga nantinya dapat diakses oleh para pengguna termasuk mahasiswa,” paparnya dengan jelas. Wakil Dekan I FDK UIN Walisongo juga menambahkan bahwa di dalam penyusunan program MBKM tersebut, selain mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek, ada bagian-bagian tertentu yang disesuaikan dengan karakteristik dan kekhasan yang ada pada lembaga. Beliau juga menyampaikan bahwa rumusan yang telah ditetapkannya di UIN Walisongo dan FDK akan disampaikan dalam forum sharing ide dan penyamaan persepsi mengenai pelaksanaan program pertukaran mahasiswa dengan para WD 1 FDK PTKIN yang insyallah akan dilaksanakan pada 24 – 26 November 2021 di UIN SGD Bandung mendatang. Acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemaparan mengenai MBKM dari pihak UIN Raden Fatah Palembang. Pelaksanaan FGD yang dilakukan kedua belah pihak berlangsung dengan hangat dan lancar. Keduanya saling memberikan informasi mengenai persiapan dalam menghadapi MBKM di lembaganya masing-masing. Acara kemudian diakhiri dengan sesi penyerahan cendera mata antara FDK UIN Walisongo dan FDK UIN Raden Fatah sekaligus sesi foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X