Program Studi Manajemen Dakwah (MD) UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan kunjungan ke Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang untuk melakukan studi banding. Dalam rangka studi banding ini, Prodi MD FDK UIN Walisongo Semarang gelar Focus Group Discussion (FGD) bersama.

Dalam Joint FGD ini, Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen Dakwah (MD) UIN Walisongo Semarang, Dra. Hj. Siti Prihatiningtyas, M.Pd memaparkan Profil Program Studi Manajemen Dakwah, Program-program kegiatan dosen dan mahasiswa Manajemen Dakwah, dan dilanjutkan dengan tayangan video-video kegiatan Benchmarking Competency Mahasiswa Manajemen Dakwah.

Lebih lanjut dalam pemaparannya, Ningtyas menjelaskan bahawa Benchmarking Competency merupakan salah satu program unggulan untuk penguatan skill mahasiswa di Prodi MD FDK UIN Walisongo Semarang. Melalui Benchmarking Competency, mahasiswa diberikan materi-materi dari lembaga mitra seperti dari GENPERISAI (Generasi Pelopor Pariwisata Indonesia) dalam menguatkan skill tour guide. Dan dikompetisikan dalam “The Best Tour Guide Contest” untuk meraih beberapa kategori gelar penghargaan, seperti The Best Performance Tour Guide, The Best Favourite Tour Guide dan The Best Creative Tour Guide.

Dalam perkembangannya selama 20 tahun berdiri, yaitu mulai awal berdirinya tahun 2001 hingga saat ini tahun 2021 telah mengalami perubahan kurikulum sebanyak 4 kali, yaitu kurikulum 2010, 2015, 2017 dan 2020. Pada kurikulum 2010, Prodi MD FDK UIN Walisongo memiliki 3 konsentrasi yaitu Manajemen Haji Umrah, dan wisata Religi, Manajemen Zakat, Infak dan shadaqah; dan Manajemen Bisnis Islam. Kemudian pada kurikulum 2015, konsentrasi yang ada di Prodi MD berubah menjadi kompetensi karena diharapkan mahasiswa memiliki keahlian untuk semua konsentrasi ada. Pada kurikulum 2017, Prodi MD hanya ada 2 kompetensi yang dikembangkan, yaitu Kompetensi Manajemen Kelembagaan Islam dan  Manajemen Pariwisata Islam, sementara Manajemen Haji dan Umrah berkembang dan berdiri menjadi Program Studi tersendiri. Adapun berdasarkan kurikulum 2020 (Kurikulum Merdeka Belajar) saat ini ada 3 kompetensi, yaitu Manajemen Kelembagaan Islam, Manajemen Pariwisata Islam, dan Manajemen ZISWAF.

Prodi MD FDK UIN Walisongo Semarang juga bekerjasama dengan LSP Pramindo  (lembaga Sertifikasi Profesi  Pramuwisata Indonesia) untuk sertifikasi kompetensi di bidang pariwisata. Selain itu juga menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam Pengembangan Desa Wisata Religi.

Sedangkan untuk kegiatan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) yang berkaitan dengan kompetensi Prodi Manajemen Dakwah, mahasiswa diberikan beberapa pilihan untuk terjun Praktek ke beberapa instansi dan lembaga yang sudah bekerja sama, seperti LAZ (Lembaga Amil Zakat), Biro Travel Pariwisata, dan kantor Kementerian Agama di Semarang dan sekitarnya. Mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan untuk praktek ceramah/khutbah di masjid dan majlis-majlis taklim. 

Adapun dalam rangka mendorong pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang juga memberikan kesempatan kepada semua Prodi di lingkungan Fakultas untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat kolektif antar dosen maupun kolaboratif dosen dan mahasiswa.

Dr. Arif Ainur Rofiq, S.Sos.I., M.Pd., selaku Kaprodi MD FDK UIN Sunan Ampel Surabaya merasa sangat tertarik dengan kegiatan-kegiatan dari Prodi MD FDK UIN Walisongo Semarang. “Kami sangat terinspirasi setelah melihat video-video kegiatan mahasiswa tadi” katanya. “Kita akan adopsi untuk kegiatan riset sekaligus kolaboratif dengan mahasiswa”, lanjutnya.

Sebagai perbandingan, Prodi MD FDK UIN Sunan Ampel Surabaya memiliki 2 konsentrasi yaitu Manajemen Haji dan Umrah dengan Manajemen Kelembagaan Kewirausahaan/Enterpreneurship. Prodi MD FDK UINSA Surabaya juga bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur untuk sertifikasi pembimbing haji, kemudian bermitra dengan KBIHU dan KBIH.

Sementara Dra. Imas Maesaroh, Dip.IM-Lib., Ph.D dari UIN Sunan Ampel Surabaya dalam Joint FGD ini, tertarik untuk mendiskusikan terkait pengelolaan anggaran untuk bisa melakukan riset dan pengabdian masyarakat pada masing-masing Program Studi di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengingat di UIN Sunan Ampel, kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dikelola secara terpusat di tingkat Universitas. Hal ini dijelaskan oleh Wakil Dekan Bagian Akademik dan Kelembagaan FDK UIN Walisongo, Drs. H. M. Mudhofi., M.Ag bahwa masing-masing Fakultas diberikan kebebasan untuk mengelola dana sesuai RKAKL. “Kami para pimpinan tentu akan memperjuangkan adanya alokasi anggaran untuk pengembangan akademik” Paparnya. Dekan FDK, Dr. Ilyas Supena, M.Ag juga menambahkan bahwa “Pimpinan UIN Walisongo mendorong, setiap Fakultas harus ada alokasi dana di penelitian dan pengabdian”. Justru kebijakan yang memberikan kewenangan Fakultas ini sebagai evaluasi dari apa yang dilakukan LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UIN Walisongo. Di antaranya, LP2M belum bisa menjangkau semua prodi yang ada di UIN Walisongo. Sehingga dekanat dan pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi membuat roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis prodi, tema-temanya juga berdasarkan Program Studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, termasuk penelitian internasional yang dihandle langsung oleh Dekanat dan Prodi S.2 FDK, jelas Ilyas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X