Semarang – Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Misi Khusus dengan tema “Peran Bimbingan dan Penyuluhan Islam dalam Bentuk Social Media Campaign untuk Menghadapi Kecemasan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” secara resmi dilepas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat (LP2M ) untuk melangsungkan kegiatan KKN selama 45 hari. Pelepasan dilaksanakan secara online melalui zoom meeting pada Selasa (28/9). Pelepasan mahasiswa secara resmi diwakili oleh H. Mokh Sya’roni, M.Ag. selaku sekretaris LP2M. Selain melepas mahasiswa, sekretaris LP2M juga memberikan sambutan dan himbaun untuk mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan KKN Mandiri Misi Khusus. “Bismillah, hari ini mahasiswa resmi dilepas dan selamat menajalankan KKN dengan semangat. Perlu diingat jika design kegiatan misi khusus dilaksanakan secara online, sehingga pelaksanaan kegiatan KKN diharapkan sesuai dengan protokol kesehatan,.” Papar sekretrais LP2M. Selarasa dengan sekretrais LP2M. M. Rikza Chamami M.S.I selaku ketua PPM UIN Walisongo semarang juga menyampaikan jika dalam pelaksanaan kegiatan KKN Mandiri Misi Khusus BPI harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga memiliki perbedaan dengan KKN Reguler. selain itu, ketua PPM UIN Walisongo semarang juga menyampaikan agar pelaksanaan KKN benar-nbenar mengimplementasikan kajian ilmu Bimbingan dan Penyuluhan Islam. “saya berharap, KKN Misi Khusus ini dilaksanakan secara sungguh-sungguh sehingga misi yang ingin dicapai dapat terealisasi sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan. sehingga, dapat dilihat perbedaan dengan KKN Reguler,”. Ungkapnya. Harapannya, adanya kegiatan KKN ini mahasiswa BPI dapat memberikan peran secara nyata di masyarakat dengan mengimplementasikan kajian keilmuan yang telah didapatkan selama ini terutama pengimplementasian Bimbingan dan Penyuluhan Islam dalam mengatasi kecemasan masyarakat. “Kita tahu kondisi sekarang masih pandemi covid-19 sehingga diperlukan peran mahasiswa BPI untuk terjun dsecara langsung sebagai agent of change di masyarakat terutama dalam mengatasi permasalahan kecemasan, depresi dan panik yang membuat mental tidak sehat. Oleh karenanya peran dan tantangan mahasiswa BPI diera sekarang harus diaktualisasikan di masyarakat,” Imbuh Fatah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X