FDK UIN Walisongo Sepakati Kerjasama dengan FDK UINSA

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang (FDK UIN WS) menjalin kerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya (FDK UINSA). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan secara langsung oleh Dekan FDK UIN WS, Ilyas Supena, dan Dekan FDK UINSA, Abdul Halim pada Senin 7 Juni 2021 bertempat di UINSA.

Kerjasama ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kemitraan sesama PTKIN, berbagi pengalaman dan ikhtiar mengembangakan lembaga. Ilyas Supena mengungkapkan UIN Walisongo dan UINSA memiliki history yang kurang lebih sama, mulai dari pendirian, hingga IAIN bertransformasi menjadi UIN. “Lembaga tidak lagi berjalan kompetitif, tapi merubah paradigma menjadi kolaboratif. Karena persaingan beragam sekarang, bahkan kompetitor saat ini adalah kampus-kampus dunia maya, maka dari itu harus merapatkan barisan supaya maju bersama,” terangnya.

Selain penandatanganan nota kerjasama, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan studi banding antara kedua lembaga. Sesi diskusi berjalan hangat diikuti oleh para Dekan beserta jajarannya, ketua prodi, sekretaris prodi, Kalab, Seklab, Ketua GPM, GKM dan perwakilan dosen prodi. Adapun materi yang dibahas meliputi pengembangan dan kurikulum prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom), Komunikasi dan penyiaran Islam (KPI), serta pengelolaan Laboratorium FDK.

Choirul Arif, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan (WD1) FDK UINSA memaparkan Konsentrasi KPI memiliki daya tarik besar, prestasi mahasiswa juga banyak. Membincang terkait perbedaan Ilkom dan KPI, lebih lanjut Choirul Arif menjelaskan Ilkom fokus pada kajian media kreatif dan KPI fokus pada Islamic broadcasting. Hal ini untuk menjawab tantangan Kebutuhan tenaga kerja, karena tim kreator yang lebih dibutuhkan.

Perihal Laboratorium, Kalab FDK UIN WS menerangkan bahwa Fakultas mendukung dengan diselenggarakannya webinar, workshop, dan selebihnya untuk tahun ini support dekanat sangat kuat. Di semester ini ada berbagai macam kegiatan penguatan 7 divisi karena laboratorium adalah representasi FDK. “Ke depan kami juga akan membangun website khusus laboratorium yang dapat menaungi sejumlah divisi yang ada sehingga karya dapat diakses dengan luas,” imbuh Yuli Nurkhasanah.

Baik FDK UIN WS maupun FDK UINSA berharap kerjasama ini dapat segera ditindaklanjuti, berkolaborasi memberikan kebaikan untuk kedua lembaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *