Divisi

Divisi dan kelengkapannya

1). Divisi Broadcasting

Problem yang cukup menonjol dalam berdakwah adalah rendahnya kualitas dan kuantitas pemanfaatan berbagai media elektronik dalam dakwah. Padahal pada era globalisasi, media elektronik telah memainkan peranan yang sangat penting untuk menyampaikan aneka informasi dan mempengaruhi perubahan yang akan terjadi. Dalam konteks ini, kemampuan dan ketrampilan penggunaan media elektronik, utamanya media audio dan audio visual, serta kemampuan menejemen produksi siaran perlu ditangani oleh divisi khusus. Dari divisi ini peserta didik diharapkan akan meningkat kualitasnya dan terampil memanfaatkan berbagai media elektronika yang ada.

            Fasilitas yang dimiliki divisi ini adalah : 

a). Ruang Studio Siaran dan Produksi Siaran Radio kedap suara lengkap dengan peralatan siarnya. Ruang Siaran Radio ini kedap suara ber-AC, dilengkapi seperangkat peralatan siaran radio, seperti satu buah pemancar radio siaran (exciter) tersertifikasi,4 Tape Player, 1 CD Player, 1 Mixer Audio, 2 Microphone, 2 Headphone, 2 komputer siaran, Audio procesor, sejumlah koleksi kaset dan CD, 1 Radio monitor serta 2 Salon Monitor, dan dilengkapi pula dengan Power Transmiter Radio FM yang berada di ruang pemancar, sekaligus dilengkapi Pemancar berkekuatan 500 W FM dengan ketinggian Tower 40 M. Sedangkan Ruang Produksi Siaran Radio juga kedap suara ber-AC, dilengkapi 1 Mixer Audio, 2 Tape Player, 1 Tape Recorder, 1 Headphone, 4 Microphone, 4 Salon Controll, 1 Amplifier, dan 1 unit komputer produksi, .

b). Ruang Production House (Ruang Produksi Siaran TV dan Film) kedap suara lengkap dengan peralatannya. Ruang ini kedap suara ber-AC, terdiri dari 2 ruangan, yaitu ruangan Rekaman dan Ruangan Editing, yang dilengkapi 2 Unit komputer editing, 6 Camera Video standart broadcast, 1 Video Player, 1 Video Recorder, 1 Mixer Video, 1 Editing Controll, 4 TV Monitor, 4 Tripot Camera, 2 Linghting 1000 W, 2 Linghting 500 W beserta Tripotnya, 1 LCD dan sejumlah koleksi Casette Video serta beberapa peralatan lainnya yang terkait.

2). Divisi Publishing

Untuk jangka waktu yang tidak terbatas, media cetak sangat berpengaruh dalam penyebaran informasi kepada masyarakat dan pembentukan opini publik. Pada sisi yang lain, dakwah belum memanfaatkan secara maksimal media cetak tersebut. Oleh sebab itu, kemampuan tulis-menulis dan latihan–latihan jurnalistik pers merupakan kebutuhan mendesak untuk ditangani oleh kompartemen tersendiri dalam Laboratorium Dakwah. Divisi ini dilengkapi dengan ruang percetakan lengkap dengan perlatan cetak. Ruang Percetakan dilengkapi 1 Unit Komputer, 1 Mesin Offset, 1 Mesin Photo Copy, 2 Mesin Potong Kertas, 2 Meja Lay Out, 1 Mesin Paper Plate, seperangkat peralatan Sablon dan beberapa peralatan lainnya yang terkait.

3). Divisi Media Tradisional

Terdapat kecenderungan bahwa media komunikasi tradisional mulai ditinggalkan. Padahal kenyataannya di lapangan menunjukkan bahwa media tradisional, khususnya khotbah, pengajian dan kesenian (karawitan, wayang) masih cukup efektif untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Oleh karenanya, kecakapan penggunaan media tradisional masih perlu ditangani oleh salah satu kompartemen di Laboraturium Dakwah. Divisi ini dilengkapi dengan ruang micro preaching, beberapa Mimbar untuk praktek kithobah yang dilengkapi dengan peralatan modern, seperti video shooting. Selain itu divisi ini memiliki peralatan tradisional, seperti peralatan Musik Rebana, serta gamelan dan wayang kulit yang biasa digunakan para Wali ketika melaksanakan dakwahnya.

 4). Divisi Konseling

Perkembangan masyarakat modern yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menawarkan berbagai kemajuan pada seluruh aspek kehidupan manusia. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengakibatkan berbagai problematika kejiwaan, baik pada level munculnya “mental disorder” maupun kehilangan orientasi diri dalam memanfaatkan lingkungan. Dalam suasana demikian, dakwah tidak dapat tinggal diam. Sebaliknya ia harus memasuki kawasan tersebut secara sistematis dan fungsional. Perintisan pusat “religious therapy” dan bimbingan agama secara umum merupakan alternatif yang harus diambil dan perlu ditangani oleh kompartemen khusus pula dalam Laboratorium Dakwah.

Divisi ini difasilitasi dengan ruang kedap suara untuk latihan dan praktek konseling, yang dilengkapi dengan 1 Unit Komputer Data, 1 Camera Recorder, 1 Video Player dan 1 Televisi Monitor yang berada di ruangan kedap suara dengan kaca pandang one-way ber-AC, dan seperangkat alat psikotest. Selain itu melaksanakan fungsi divisi ini telah dibentuk Lembaga Bimbingan Konseling Islam (LBKI).

Pada hari minggu tanggal 9 Maret lalu LBKI melaksanakan kegiatan Trauma Healing pada masyarakat korban bencana longsor di desa Cikadu kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian masyarakat. Teknik yang digunakan merupakan kombinasi antara Tapas Accupresur Techniques yang telah diterapkan di beberapa negara terkena musibah (gempa ,longsor, banjir) seperti meksiko, India, Indonesia, ditambah dengan Relaksasi dzikir. Relaksasi dzikir diharapkan mengajak para korban agar selalu mengingat Kuasa Allah SWT dan memohon rahmatNya. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan PW Muslimat Jawa Tengah.

5). Divisi Penelitian dan Pengembangan

Problem mendasar yang dihadapi oleh dakwah sekarang ini adalah kesenjangan konstruk dakwah dengan realitas sosial. Dakwah seringkali dijalankan tanpa melihat dan menjawab realita permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal demikian telah membawa dakwah menjadi idealistik, bukan utopis. Untuk mengurangi kesenjangan tersebut maka dibutuhkan kegiatan penelitian dan diskusi untuk mengatasi problematika dakwah. Divisi ini dilengkapi dengan operation room lengkap dengan berbagai peralatan, seperti computer, yang berfungsi sebagai penyusunan data dan pusat informasi data. Selain itu tersedia ruangan seminar dan diskusi dengan kapasitas 200 orang.

  6). Divisi Kelembagaan Islam

Kemampuan dan kecakapan menejerial merupakan problem lain yang cukup serius. Perencanaan, organisasi, pelaksanaan dan evaluasi seringkali tidak dilaksanakan. Kalaupun dilaksanakan, seringkali tidak ada konsistensi. Oleh sebab itu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang menejemen harus merupakan prioritas lain dari laboratorium dakwah dan akan ditangani oleh kompartemen khusus.

Divisi ini dilengkapi dengan ruang ekspose lengkap dengan peralatan-peralatan presentasi, seperti Laptop, LCD, OHP, dan lain-lain. Selain itu juga terdapat ruang praktikum manajemen kelembagaan Islam, seperti menejemen wisata religious, haji dan umroh. Ruang ini dilengkapi perlengkapan haji : Pakaian Haji, Tas-tas haji, VCD Haji, Peta Wilayah haji dan lain-lain. Selain perlengkapan haji yang ada di ruangan ini, juga telah dibangun di luar Gedung LABDA : Miniatur Ka’bah, Miniatur Mas’a, Miniatur Maqam Ibrahim, Miniatur Hijir Ismail, dan juga miniatur tempat lempar jamarat.

 

7) Divisi Pengembangan Masyarakat

Divisi ini dibentuk untuk mendukung tercapainya visi dan misi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berbasis kesatuan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berakhlakul karimah. Mengembangkan ilmu pengembangan masyarakat Islam berbasis riset. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat, menggali dan mengembangkan serta menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam bidang pengembangan masyarakat Islam. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga dalam skala regional;, nasioanal, dan internasional dalam bidang pengembangan masyarakat Islam.

  Divisi ini dilengkapi dengan ruangan dengan peralatan-peralatan seperti almari kaca, almari besi, meja dan kursi, papan majalah dinding, karpet, dan display hasil karya dari pengolahan limbah serta poster-poster yang bernuansa kesehatan lingkungan.

  Kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah: 1). diskusi rutin tiap hari Kamis dengan tema ke PMI an dengan Nara sumber Mustafit, S.Sos. I, Ari Wibowo, SH, dan Heri Nurhadi, S.SoS.I 2) Sekolah pemberdayaan, bekerjasama dengan PNPM Mandiri di Kelurahan Nawangsari Kec. Weleri Kab. Kendal.

  1. Program dan Realisasi Prgram Laboratorium Dakwah

Program-program Laboratorium Dakwah terbagi dalam 2 (dua) kategori :

  • Pertama, Program yang bersifat mikro yakni program yang khusus melayani kepentingan jurusan-jurusan yang dimiliki oleh Fakultas Dakwah. Program mikro ini merupakan program yang langsung dirancang oleh jurusan, dan posisi Labda dalam hal ini hanya sebagai kepanjangan tangan jurusan untuk melaksanakan program tersebut. Program mikro ini berkaitan langsung dengan praktikum-praktikum yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa baik berhubungan dengan mata kuliah maupun berkaitan dengan yang lain (seperti PPL), yang telah dirancang untuk pematangan mahasiswa jurusan. Untuk keperluan tersebut maka masing-masing jurusan memiliki SDM yang menduduki divisi-divisi di Labda dan merupakan SDM yang merepresentasikan jurusan.
  • Kedua, program makro yakni program umum Labda yang berorientasi pada kepentingan Fakultas dan masyarakat. Program makro ini bisa berbentuk pelayanan, penelitian maupun pengembangan. Program makro sebagai pelaksanaan fungsi pelayanan yang berorientasi ke Fakultas, misalnya program-program yang dirancang untuk menggali kemampuan minimal mahasiswa Fakultas Dakwah, contohnya kemampuan pidato. Program pelatihan Pranotocoro dan Medar Sabda yang selama ini ada di Divisi Media Tradisional misalnya, bisa menjadi program makro. Sedangkan program makro yang berorientasi kepada masyarakat adalah seperti program desa binaan, penyusunan data mubaligh dan sebagainya. Program makro sebagai pelaksanaan fungsi penelitian merupakan program penelitian untuk kepentingan Fakultas, seperti penelitian tentang situasi dan kondisi masyarakat di suatu wilayah, penelitian peta dakwah, Peta Keagamaan Masyarakat dan sebagainya. Program makro sebagai pelaksanaan fungsi pengembangan adalah seperti diskusi-diskusi dalam rangka pengembangan fakultas maupun masyarakat muslim, pelatihan-pelatihan dan sebagainya.

Realisasi Program-program Laboratorium Dakwah

  1. Mengoptimalkan Laboratorium Dakwah sebagai pusat peningkatan kompetensi / profesionalitas mahasiswa dalam berdakwah. Hal ini dilakukan melalui beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh divisi-divisi di Laboratorium Dakwah, yaitu :
  2. Divisi Broadcasting RTF :

   1). Membantu dan memfasilitasi dosen jurusan KPI dalam melaksanakan praktikum mata kuliah yang terkait dengan dunia broadcasting, seperti praktikum mata kuliah : Teknik Produksi Siaran Dakwah RTF, Teknik Penulisan Skenario Sinetron dan Film Dakwah, Teknik Pidato, dll.

   2). Membantu dan memfasilitasi jurusan dalam melaksanakan simulasi PPL Mayor (praktek khutbah dan ceramah)

   3). Menyelenggarakan pelatihan presenter TV, announcer Radio dan MC kerjasama dengan Radio Rasika dan TVRI Jawa Tengah.

  1. Divisi Publishing :

     1). Membantu dan memfasilitasi dosen jurusan KPI dalam melaksanakan praktikum mata kuliah yang terkait dengan dunia publishing, seperti Editing Lay Grafika, Menejemen Penerbitan Pers Dakwah, Proses Produksi Penerbitan Pers Dakwah, dll.

     2). Menyelenggarakan pelatihan Editing, Lay Out dan Grafika

     3). Menyelenggarakan pelatihan cetak sablon dan offset kerjasama dengan CV Gunung Jati Semarang.

  1. Divisi Konseling :

     1). Membantu dan memfasilitasi dosen jurusan BPI dalam melaksanakan praktikum mata kuliah yang terkait dengan dunia konseling, seperti Praktikum Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Praktek Profesi Bimbingan dan Penyuluhan Islam, dll.

     2). Menyelenggarakan pelatihan konselor kerjasama dengan APKIN Jawa Tengah.

     3). Menyelenggarakan pelatihan penggunaan peralatan psikotest.

  1. Divisi Kelembagaan Islam :

1). Membantu dan memfasilitasi dosen jurusan MD dalam melaksanakan praktikum mata kuliah yang terkait dengan menejemen dakwah, seperti Manajemen Pelatihan Dakwah, Manajemen BMT, Manajemen Organisasi Islam, dll.

2). Menyelenggarakan pelatihan sukarelawan pengumpul Zakat, Infaq dan Shodaqoh.

  1. Divisi Media Tradisional :

     1). Menyelenggarakan pelatihan karawitan rutin bagi mahasiswa, dosen dan karyawan.

     2). Menyelenggarakan pelatihan pranotocoro dan medarsabdo kerjasama dengan Yayasan Swagotra Semarang.

  1. Mengoptimalkan Laboratorium Dakwah sebagai pusat penghimpun informasi-informasi dakwah. Hal ini dilakukan melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang), yaitu :
  2. Mengadakan penelitian, kajian dan pengembangan ilmu dan teknik dakwah.
  3. Melanjutkan penyusunan peta dakwah (khususnya peta dakwah Jawa Tengah) yang sebelumnya pernah dilakukan kerjasama dengan MUI Jawa Tengah.
  4. Mengadakan penelitian tentang pengembangan Laboratorium Dakwah, yaitu : “Persepsi Mahasiswa Fakultas Dakwah terhadap Peran dan Fungsi Laboratorium Dakwah dalam Peningkatan Kualitas akademik Mahasiswa”.
  5. Mengoptimalkan Laboratorium Dakwah sebagai pusat pelayanan dakwah dan pengabdian pada masyarakat. Hal ini dilakukan melalui beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh divisi-divisi di Laboratorium Dakwah, yaitu :
  6. Divisi Broadcasting RTF :

   1). Mengadakan siaran dakwah melalui Radio MBS FM 107.7 MHz dari pukul 09.00 s/d 16.00 WIB.

   2). Mengadakan siaran Talk Show “Lentara Islam” di Walisongo TV. Tema yang diangkat terkait dengan berbagai problematika masyarakat yang aktual, seperti: Kebudayaan Islam, Keluarga Sakinah.

   3). Mengadakan siaran dakwah di Walisongo Televisi dengan program “Kultum”. Pemateri diambilkan dari para mahasiswa yang berbakat menjadi dai.

           4). Menerima pelayanan jasa shooting seminar, nganten, sunatan, dll. untuk masyarakat umum.

  1. Divisi Publishing :

     1). Mengadakan penerbitan artikel dakwah (Ramadhan) kerjasama dengan Jawa Pos Group (Radar Semarang, Semarang Post dan Meteor).

     2). Mengadakan penerbitan buletin dakwah (Jum’atan)

     3). Menerima pelayanan jasa cetak sablon dan offset untuk masyarakat umum.

  1. Divisi Konseling :

     1). Mengadakan pelayanan koseling di kampus untuk mahasiswa maupun masyarakat umum.

     2). Mengadakan pelayanan koseling di Rumah Sakit Tugu untuk pasien dan keluarganya.

     3). Mengadakan pelayanan psikotest untuk sekolah, perusahaan dan umum.

  1. Divisi Kelembagaan Islam :

   1). Mengadakan pelayanan konsultasi menejemen kelembagaan Islam

   2). Mengadakan pelayanan penggunaan peralatan manasik haji untuk sekolah, KBIH dan masyarakat umum.

  1. Divisi Media Tradisional :

           1). Menerima layanan pentas karawitan untuk wisuda, pengukuhan guru besar, dan acara-acara lainnya.

           2). Menerima layanan untuk ceramah, khutbah, dll.

           3). Menyelenggarakan pelatihan pamedhar sabdo dan panatacara bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.

  1. Divisi Penelitian dan Pengembangan :

           1). Menerima layanan pelatihan mubaligh untuk sekolah, lembaga dan masyarakat umum.

           2). Menerima layanan kebutuhan informasi dakwah Islam.

2 Responses to Divisi

  1. Erika says:

    Yang dimaksud divisi di sini bagian dari lembaga ataukah jurusan dalam fakultas dakwah dan komunikasi ya? saya masih sedikit bingung, mohon kejelasannya. Terima kasih.

    • admin says:

      divisi bagian dari laboratorium dakwah dan laboratorium dakwah merupakan pengembangan dari jurusan komunikasi dan komunikasi islam. labda yang terdiri dari berbagai devisi digunakan untuk memberikan bekal pratikum mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>