Wisuda FDK, Dekan: Wisudawan Harus Jadi Pribadi yang Utuh

Masih seputar wisuda FDK. Wisuda yang terselenggara secara  blended tersebut memuat pesan substantatif terkait integrasi ilmu dan moral.

Hal ini terefleksi dari ungkapan Dekan Ilyas Supena yang mendorong mahasiswa untuk mengitegrasikan _hablun minaAllah dan hablun Minannas_ dalam dunia penuh persaingan.

Bagi dekan FDK, “akhlak menjadi hal yang mutlak harus melekat dengan pribadi alumni UIN. Mereka harus menjadi pribadi muslim yang utuh, mampu mengekspresikan unity of sciences dalam segala tindakan, kompeten dalam ilmu dan berintegritas dalam moral.”

Pernyataan demikian sangat mendukung usaha kampus UIN mengitegrasikan nilai-nilai moral Islam dalam bangunan kebudayaan dan peradaban melalui kerangka humanisasi ilmu-ilmu Islam dan spiritualisasi ilmu-Ilmu alam.

Lebih jauh, integrasi moral dan ilmu pada gilirannya akan menghasilkan dua kebahagiaan hakiki, yaitu kebahagiaan material-duniawi dan kebahagiaan spritual-ukhrawi, spiritual-ilahiyah. Wisudawan didorong untuk tidak termakan slogan “mencari barang haram saja susah, apalagi barang halal.”

“Itu tidak layak bagi seorang Muslim. Tempuhlah jalan lurus dalam segala hal. Maka kebahagiaan hakiki akan diperoleh,” tegas Dekan FDK.

Keperibadian Muslim yang utuh sangat diperlukan dalam konteks kehidupan saat ini di mana pergeseran nilai seringkali terjadi. Moralitas Islam harus menjadi fondasi dan spirit setiap tindakan baik di ranah private maupun ranah publik.

Integrasi ilmu dan moral memainkan peran penting dalam mewujudkan kehidupan yang seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *