Persiapan Matang FDK, Rapat Akademik Sambut Perkuliahan Semester Genap 2020/2021

Semarang, Kamis 4/2/2021, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyelenggarakan rapat persiapan perkuliahan semester genap 2020/2021 bertempat di Ruang Sidang Utama FDK. Rapat ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas, ketua program studi (prodi), sekretaris prodi, tenaga kependidikan dan calon dosen FDK dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, seluruh dosen FDK menghadiri rapat secara virtual melalui zoom meeting.

Rapat diawali dengan arahan Dekan FDK. Dekan mengingatkan tentang Rencana Induk Pengembangan (RIP) yang sudah berada pada tahap kedua lima tahun pengembangan. Hal utama yang menjadi catatan penting yaitu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Dekan juga menekankan tentang publikasi nasional, internasional serta penelitian kolaborasi.

Selain itu, Dekan memaparkan Visi-Misi FDK dan UIN Walisongo sebagai Universitas Islam riset terdepan berbasis pada kesatuan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan peradaban pada tahun 2038. FDK berfokus pada konsolidasi menuju universitas riset Pada tahun 2020-2024. Upaya mencapai visi tersebut perlu dilakukan rencana-rencana strategis. “Kita perlu melakukan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan kelembagaan, peningkatkan kualitas sarana dan prasarana, dan melibatkan alumni untuk pengembangan bakat dan minat mahasiswa,” ungkap Dr. Ilyas Supena M.Ag. Sebelum menutup sesi, Dekan memperlihatkan wajah baru gedung dan taman FDK via virtual.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Dekan (WD) II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. WD II menerangkan selama tahun 2020 anggaran FDK telah terserap lebih dari 90%, dan fakultas pada tahun 2021 ini menerima penambahan anggaran untuk perbaikan sarana dan prasarana. Lebih lanjut, terkait anggaran untuk menambah jumlah guru besar dan doktor juga disinggung pada forum ini. “Kita bisa menganggarkan untuk klinik jurnal internasional dan juga penelitian untuk memperbanyak guru besar dan doktor,” jelas Dr. Safrodin, M.Ag.

Narasumber berikutnya yaitu Wakil Dekan I (WD I) memaparkan bidang akademik dan kelembagaan. Drs. Mudhofi, M.Ag, menegaskan bahwa perkuliahan semester genap 2020/2021 tetap dilaksanakan secara daring. Selain itu, ia juga membahas mengenai absensi kehadiran dosen, evaluasi perkuliahan semester gasal, serta perwalian. Selama semester gasal, sarana aplikasi yang digunakan dosen dalam perkuliahan daring didominasi oleh Whatssap. “Akan lebih bagus jika whatsaap dikombinasikan dengan E-learning, Google meet, Google classroom, dan Zoom agar perkuliahan lebih interaktif,” imbuhnya. Dalam rapat ini dekanat menegaskan untuk pelaksanaan bimbingan akademik dilakukan minimal setahun tiga kali dan memeriksa kelengkapan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Rapat diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Prof. Abdul Jamil menyampaikan usulan untuk memperbanyak guru besar dan doktor. Dekan FDK sudah menyiapkan skema untuk mendorong percepatan guru besar dan calon doktor. Skema tersebut dimulai dari proses pendampingan penulisan sampai penerbitan artikel. Selanjutnya bisa dilakukan kolaborasi dengan dosen muda untuk mendukung penerbitan artikel. Tak kalah penting, perlu adanya forum atau pertemuan sesama calon guru besar untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *