Adakan Workshop, 3 Jurnal FDK Didorong Naik Level Akreditasi

SEMARANG (17/10/2020) – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo mengadakan workshop peningkatan akreditasi jurnal untuk tiga jurnal di lingkungan FDK yakni Jurnal Ilmu Dakwah(JID), Islamic Communication Journal (ICJ), Journal of Advanced Guidance Counseling (JAGC).

“Jurnal perlu dipersiapkan lebih baik, bahkan tahun depan, prodi yang belum memiliki jurnal paling tidak mulai menyiapkan jurnal ilmiah,” kata Dekan FDK, Dr Ilyas Supena, M Ag dalam sambutannya, Jum’at (16/10).

Kegiatan ini , imbuhnya, sebagai wujud perhatian pimpinan pada peningkatan jurnal.

“Saya sering menyampaikan, untuk meningkatkan jurnal, butuh dana berapa, sampaikan, nanti dibicarakan,” tegasnya.

Ilyas berharap kegiatan ini membawa hasil pada kenaikan nilai akreditasi jurnal yang ada. “Yang sebelumnya Sinta 4 dan Sinta 3, bisa naik ke Sinta 2” terangnya.

Ia juga menilai perlu adanya perubahan paradigma, tugas akhir mahasiswa tidak melulu berbentuk skripsi, melainkan bisa artikel jurnal.

“Di UIN Bandung ini sudah dimulai, semoga kita bisa mulai persiapkan bentuknya,” terangnya.

Sementara itu, Editor Indonesian Journal of Islamic and Muslim Societies (IJIMS) IAIN Salatiga, Noor Malihah, yang menjadi salah satu pemateri menuturkan pentingnya editor dalam meningkatkan kualitas jurnal.

“Editor adalah pemegang keputusan akhir, setelah dapat masukan reviewer, editorlah yang memutuskan naskah terbit atau tidak,”terangnya.

Terkait kualifikasi editor, Malihah menuturkan beberapa hal, yakni pemahaman scope, rekam jejak publikasi, dan jika memungkinkan adalah doktor.

“Content juga penting, kesesuaian antara judul, abstrak, dan hasil, juga ada novelty dalam setiap naskah,” ujarnya.

Perihal pendanaan, Malihah bercerita IJIMS memiliki dana yang kecil, bahkan paling kecil dari jurnal-jurnal yang telah scopus.

“Namun, kita rajin memanfaatkan dana hibah yang disediakan pemerintah, intinya pengelola ini terus memutar ide,” imbuhnya.

Senada dengan hal itu, Akhmad Anwar Dani, Ketua Omah Jurnal IAIN Surakarta yang juga menjadi pemateri memandang jurnal dapat dijadikan sebuah keuntungan bagi editor maupun pengelola.

“Ada jurnal yang masih berada di Sinta 4 itu mematok biaya publikasi, dan banyak yang tertarik, kalau kita ini kan belum menerapkan,” katanya.

Dani bercerita bagaimana dulu, jurnal-jurnal di IAIN Surakarta bisa berdiri dan mendapatkan akreditasi.

“Kita beli sendiri server yang terpisah dari server kampus, pake dana sendiri, memang waktu itu sangat semangat sekali, ” imbuhnya.

Terkait peluang jurnal rumpun dakwah, Dani memandang positif peluang tersebut.

“Jurnal rumpun dakwah itu belum ada yang status internasional, kalau Sinta 2 ada sekitar 6 jurnal, jadi ini peluang untuk naik kelas semua level jurnal, yang berada di tingkat 3 dan 4 untuk disiapkan naik ke tingkat 2,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dani juga membedah dan memberikan masukan terkait kekurangan tiga jurnal FDK.

“Editor dan reviewer pakai yang skala nasional, kemudian konsistensi editor dalam seleksi naskah sesuai dengan author guideline yang telah disusun,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *