Menyambut Perkuliahan Genap 2019/2020, FDK UIN Walisongo Menyelenggarakan Studium General

Semarang (Selasa, 4/02/2020), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyelenggarakan studium general dalam rangka menyambut semester genap tahun akademik 2019/2020, bertempat di Gedung Auditorum II UIN Walisongo Semarang.

Acara dibuka langsung oleh rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag. Rektor mengapresiasi penuh penyelanggaraan studium ini sebagai bekal perkuliahan bagi mahasiswa. Perkuliahan dimaknai tidak hanya sebagai formalitas belaka tapi juga harus dijiwai. Beliau menyampaikan, “Sebagai penggerak perkuliahan, FDK harus betul-betul menjiwai proses perkuliahan dan mengembangkan skill bukan formalitas semata.” Karenanya, “mahasiswa FDK harus mengikuti perkuliahan dengan sebaik-baiknya,” sambungnya.

Di sisi lain, studium general diperlukan sebagai upaya mengembalikan semangat studi bagi mahasiswa. Hal ini disampaikan Dekan FDK, Dr. Ilyas Supena, M.Ag dalam sambutannya. “Studium general dilaksanakan untuk merefresh mahasiswa setelah liburan agar bersemangat kembali mengikuti perkuliahan,” ungkapnya.

Studium general kali ini mengusung tema Tantangan Haji dan Umrah di Era Industri 4.0. Untuk membahas tema tersebut FDK menghadirkan Wasekjen DPP AMPHURI H.M Farid Al Jadi, dan Dosen Manajemen Haji dan Umrah (MHU) Dr. Hasyim Hasanah, M.Ag.

Farid Al Jawi dalam kuliahnya menyoroti peluang besar mahasiswa FDK khususnya mahasiswa MHU dalam bidang Haji dan Umrah. Beliau menyatakan, “Mahasiswa FDK-MHU berpeluang berkhidmah di lembaga swasta. Terdapat 328 PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus), 993 PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), 1,800 KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah), dan ribuan travel haji dan umrah yang belum berizin.” Dalam konteks revolusi industri 4.0, mahasiswa FDK sebagai generasi millenial dapat mengambil bagian dengan menampilkan inovasi dan kreatifitas. Sementara itu, Dr. Hasyim Hasanah, M.Si menyampaikan materi dari sisi akademik terkait Afirmasi Keilmuan Haji dan Umrah pada FDK menghadapi Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, “Dunia pendidikan penting menunjukkan eksistensinya dalam mengembangkan keilmuan haji dan umrah. Hal ini bisa diwujudkan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.” Keterlibatan dunia akademik dalam mengafirmasi keilmuan haji dan Umrah harus dilakukan dengan kerangka metodologi yang jelas sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *